MENSIKAPI ANAK YANG MALAS BELAJAR

Seringkali banyak orangtua yang mengeluh tentang anak-anaknya yang dianggap malas untuk belajar.  Permasalahan belajar merupakan permasalahan yng cukup banyak dialami oleh anak-anak di seluruh dunia yang mencapai angka 85% , sebab hanya sedikit saja anak memiliki tingkat perkembangan otak kiri yang lebih baik dibanding dengan otak kanannya. Hal ini diungkapkan oleh Psikolog Eko Budhi Purwanto dari Lembaga Psikologi Terapan Grahita Indonesia dalam jurnal psikologi yang terbit pada edisi kedua tahun 2003.

Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Marvick Dermond, ada beberapa hal yang memepengaruhi seseorang anak menjadi malas belajar, diantaranya adalah ;

1. Pola Kebiasaan yang terjadi pada anak tersebut

2. Motivasi yang tidak terbangun secara baik, artinya anak tidak memiliki motivasi untuk belajar lebih disebabkan karena kurang adanya pembiasaan secara positif terutama dalam hal belajarnya.

3. Pola belajar yang tidak sesuai, artinya cara pengajaran yang diberikan kepada anak tidak sesuai dengan gaya atau cara belajar yang dimiliki oleh anak tersebut. Misalnya, anak lebih menyukai cara belajar dengan sambil praktek, sementara pengajaran yang diberikan cenderung bersifat abstrak.

4. Kemampuan adaptasi lingkungan sosial yang kurang baik. Hal ini sering banyak saya temukan terutama pada kasus-kasus anak yang kurang berani bergaul, sehingga ketika ia berhadapan dengan lingkungan sosial yang baru ia akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sosialnya tersebut. Tentu masalah ini akan berdampak terhadap rendahnya motivasi belajar pada anak yang bersangkutan.

5. Aspek kecerdasan yang dimiliki oleh individu yang bersangkutan. Dalam hal belajar faktor kecerdasan sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar, gaya belajar dan hasil prestasi belajar anak. Maka disini perlu adanya kerjasama antara pendidik, orangtua dan psikolog untuk melihat perkembangan kecerdasan intelektual pada anak tersebut. Namun yang perlu dipahami adalah, kecerdasan bukanlah kepandaian, artinya, anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata terus otomatis pintar atau sebaliknya anak yang memiliki kecerdasan rata-rata terus dianggap bodoh. Yang perlu dipahami, tingkat kecerdasan intelektual diperlukan untuk menentukan pola pengajaran yang tepat atau sesuai dengan gaya belajar anak. Misalnya, anak yang memiliki kecerdasan intelektual normal akan lebih tepat apabila pola pengajaran yang diterapkan adalah metode pengajaran yang simultan (tematik, bertahap-tahap dan berkelanjutan/berkesinambungan).

Solusi Penanganan.

Solusi perlu dilakukan untuk mensikapi anak-anak yang memiliki kecenderungan malas belajar ini adalah ;

1. Identifikasi faktor pnyebabnya. Artinya, lihat dulu apa yang menyebabkan ia menjadi malas belar tersebut, dan jangan langsung memeberikan label negatif pada anak, misalnya dengan kata-kata , “Uuh dasar pemalas”.

2. Berikan suasana belajar yang mendukung. artinya, berikan tempat belajar yang bersih, rapi dan nyaman, sehingga anak merasa senang ketika belajar bukan sebaliknya, ketika belajar ia malah cemberut saja. Kalau ia belajar dengan cemberut pertanda ia sedang tidak nyaman atau sedang merasa kesal.

3. Diskusikan dengan anak tentang waktu belajar yang ia sukai, jadi jangan terlalu memaksakan kepada anak harus belajar jam 7.00 malam. Kalau anak merasa senang dan nyaman belajar jam 5 sore ya silahkan saja, yang penting ia mau belajar dengan suasana hati yang senang dan nyaman.

Okey, sementara postingan saya untuk masalah ini cukup sekian duludan semoga bermanfaat bagi Anda yang telah berkunjung pada blog saya ini. Trimaksiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhh.

CARA MUDAH MENDIDIK ANAK

Selama ini saya banyak menerima keluhan dari para ibu-ibu yang datang berkonsultasi untuk menangani permasalahan tentang anak-anak mereka. Keluhan yang sering diungkapkan adalah, “Pak Harjan, gimana ya anakku itu kok belajarnya susah banget” atau ada juga yang menyampaikan, ” Aduh Pak Harjan, anakku itu kalau di rumah berani banget tetapi kalau di sekolah kok diem banget ya” dan masih banyak lagi bentuk keluhan-keluhan yang lainnya.

Lantas bagaimana ?

Yang perlu kita lakukan dalam mensikapi anak-anak kita adalah ;

1. Pahami bahwa setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Jadi perlakukan mereka sesuai dengan kebutuhan anak tersebut. Sebab, tanpa disadari banyak orangtua yang sering mengeluh kenapa anak kedua kok penanganannya berbeda dengan anak pertamanya.

2. Pahami bahwa setiap anak adalah anak yang cerdas. Sesungguhnya setiap anak telah diberikan kecerdasan oleh Tuhan. Yang menjadi masalah adalah bagaiman kita sebagai orangtua dapat mengoptimalkan kecerdasan yang dimiliki oleh anak tersebut. yang terpenting adalah kita perlu tahu caranya untuk mensikapi setiap level kecerdasan anak. Misalnya, untuk anak yang memiliki kecerdasan normal memerlukan metode pengajaran yang simultan. Metode pengajaran yang simultan adalah metode pengajaran yang tematik, bertahap-tahap, dan berkesinambungan atau berkelanjutan. Begitu juga dengan level kecerdasan yang lainnya memerlukan metode pendekatan tersendiri.

3. Setiap anak adalah anak yang baik. Pernyataan ini untuk menghapus pemikiran negatif yang sering mengatakan, “Pak Harjan, anakku kok bandel banget ya?”. Sebenarnya tidak ada anak yang bandel atau nakal, yang ada adalah karena kita sebagai orangtua tidak dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan anak , sehingga sebagai cara untuk membela diri kita berkata “anakku bandel” padahal yang ada adalah ‘ aku kok nggak tahu apa ya maunya anakku itu?”.

4. Gunakan pemikiran yang positif, perkataan yang positif dan tindakan yang positif dalam mensikapi anak. Misalnya, banyak orangtua yang menginginkan anaknya mau belajar tetapi caranya menyuruhnya dengan menggunakan kalimat yang negatif seperti berikut ini, ” Kamu itu disuruh belajar kok susah banget sich, seneng ya menjadi anak yang bodoh?”. Dari kalimat yang dipakai saja sudah negatif, tentu akan membuat anak semakin merasa kesal untuk belajar.

Untuk lebih detailnya Anda bisa membaca buku saya yang berjudul “CARA MUDAH MENDIDIK ANAK DENGAN HUKUM POSITIF” atau hubungi ke 0856 913 27 638.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!